Jumat, 10 April 2020

Allah tidak di dalam Alam, Allah tidak juga di luar Alam=Allah tidak Ada?!







Allah tidak di dalam Alam, Allah tidak juga di luar Alam=Allah tidak Ada?!

Oleh; Zulfikar Harun Lc (Alumni Universitas Islam Madinah)

Pernyataan diatas merupakan kesimpulan para mujassimah dan musyabbihah yg dikarenakan "keterbatasan nalar" untuk memahami akidah ahlus sunnah wal jama'ah. Padahal jelas sekali bahwa keberadaan Allah, wujud Allah tidak "membutuhkan" media, baik itu tempat, maupun fisik, karena Allah benar-benar tidak serupa dengan siapapun dan apapun yg ada di alam semesta ini, baik itu yg bertubuh ataupun sifat saja/al 'aradh seperti panas, dingin, warna, gerak, diam, perasaan bahagia dll, maka jika makhluk bertubuh maka Allah tidak demikian, kalau makhluk ber' aradh maka Allah tidak demikian karena Allah bukan jism, bukan juga 'aradh.

Kembali ke pernyataan diatas? Apakah Allah tidak didalam alam, tidak diluar alam sama dengan Allah tidak ada? Benar kah logika ini? Ternyata logika ini keliru. Karena, hakikat dari pertanyaan bahwa ALLAH tidak didalam alam juga tidak diluar alam sebenarnya menafyikan (meniadakan) tempat bagi Allah, dan bukan meniadakan "wujud" Allah.

Pernyataan diatas, jika ditarik kedalam kajian bahasa Indonesia justru sudah benar yaitu "Allah tidak didalam alam juga tidak diluar alam", sama seperti jika kita katakan bahwa; "ahmad itu kulit nya tidak hitam, juga tidak putih". Apakah kita katakan bahwa Ahmad itu tidak punya warna kulit? Hanya orang-orang yg tidak pernah belajar bahasa yg menyimpulkan demikian, karena yg ditiadakan hanya warna nya yg tidak hitam juga tidak putih dan bukan kulit nya.

Pun dalam pembahasan dasar ilmu manthiq (logika), tak ada yg salah dari logika diatas apalagi akidah /keyakinan.
Bagi pembelajar/santri yg sudah pernah mengkhatamkan buku manthiq tingkat pemula, pasti pernah bersinggungan dengan pembahasan "taqaabul al al fazdh" (kata-kata yg berlawanan) karena pembahasan ini, termasuk pembahasan yg sangat dasar sekali ibarat kajian anak sekolah dasar.
Memang benar, bahwa dua hal yg berlawanan itu logika nya tidak bisa terkumpul dalam satu waktu, pun juga tidak bisa kedua keduanya ditiadakan dalam waktu yg bersamaan karena harus ada yg mendominasi. Sama seperti kerancuan akidah mujassimah yg dimana disatu waktu, mengatakan Allah "turun(bergerak)" dengan dzat nya ke langit dunia di sepertiga malam, namun secara bersamaan mereka juga telah menetapkan secara lawaazim Allah juga "naik (dan diam/duduk diatas arsy)" ke langit lagi. Ini dua hal yg bertentangan, tidak bisa diterima oleh akal, apalagi diterima oleh iman, (iman dan akal sejati nya tak pernah bertentangan satu sama lain,) karena telah mengumpulkan dua hal yg bertentangan dalam satu waktu, ibarat kerancuan orang yg berkata bahwa "air dan api bisa dikumpulkan dalam satu waktu secara bersamaan" yg dimana tidak bisa diterima oleh akal sehat.

Adapun berlawanan secara positif, itu bisa, walau memang tidak bisa dikumpulkan, namun masih bisa dipisahkan satu sama lain dan dipahami oleh akal kita dengan menggunakan wasilah kalimat salb negatif/tidak, contoh ketika kita katakan "ahmad itu hitam dan putih" dari pernyataan ini tidak bisa dipahami, karena memang bertentangan, namun jika kita pisahkan menggunakan "tidak" maka itu bisa dipahami dengan baik, "Ahmad tidak hitam juga tidak putih" sebagaimana kita bisa memahami dengan baik bahwa "Allah tidak didalam alam, juga tidak diluar alam", untuk menetapkan bahwa ALLAH ada tidak bertempat, dan tidak membutuhkan tempat sehingga Allah tidak didalam alam (yg berarti bertempat) juga tidak diluar alam (juga berarti tempat)

Mari pelajari akidah yg murni, akidah ahlus sunnah wal jama'ah, akidah yg kokoh yg dibangun diatas logika yg lurus yg sejalan dengan dalil dan wahyu.

Keterangan;

Alam=mencakup bumi, langit dan isi nya.

Mujassimah=sekte sempalan yg meyakini Allah berjism, meyakini Allah bertubuh, atau tersusun oleh anggota tubuh, atau meyakini Allah bertempat dan menolak dalil aqli.

'aradh=sifat, yg dimana ia tidak bisa nampak kecuali dengan media/fisik. Contohnya gerak, dia tak kasat kecuali dengan media seperti tubuh manusia misalnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar