Senin, 01 April 2019

Curahan Hati


Curahan Hati.

Pasca runtuh nya khilafah Turki ustmani, kekuatan kaum muslimin melemah, persatuan tergerus, dan konsentrasi terpecah, kondisi tersulit dalam sejarah yg belum pernah dirasakan oleh ummat islam sebelum nya. Pasalnya semua menjadi gelap, abu-abu dan samar-samar, sulit rasanya tuk menentukan mana yg benar dan mana yg salah.

Ditengah kelemahan tersebut, tentu Allah tak akan tinggal diam, sebagaimana janji Nya, akan ada kelompok ummat Muhammad yg selalu berjuang, memperjuangkan kebenaran. Maka dibalik kelemahan yg dirasakan oleh kaum muslimin, muncul gerakan gerakan baru, untuk membangkitkan kembali kekuatan yg melemah, dan semangat yg seolah terpendam oleh situasi yg sulit.

Seolah ada hikmah yg besar dibalik kelemahan yg kita rasakan saat ini, seperti sudah menjadi sunnatullah, yg mau tak mau memaksa kita untuk bersinergi memperbaiki keadaan dan saling bahu membahu dengan menggunakan potensi masing-masing yg kita miliki.

Itulah polarisasi dakwah. Ada yg fokus memperbaiki aqidah dan keyakinan kaum muslimin ditengah kejahilan dan kesyirikan merajalela. Ada yg menjadikan jihad sebagai jalan revolusi untuk melawan para thagut, agar bisa mengembalikan izzah dan kemuliaan kaum muslimin. Dan ada yg berjuang untuk meninggikan syiar-syiar islam, dan menjadikan hukum Allah diatas hukum manusia melalui jalur konstitusional.

Tak ada yg salah dengan setiap pilihan perjuangan yg ditempuh oleh kita, selama Tujuan nya sama, sama-sama meninggikan kalimat Allah, maka tak perlu saling menyalahkan apalagi merasa paling benar, paling berilmu dan bertakwa diantara yg lain.

Ummat islam yg lahir diakhir zaman, adalah ummat yg spesial, kita adalah ummat pilihan. Allah memilih kita dibanding ummat yg lain, Allah percaya, kitalah yg mampu untuk menyelesaikan problem hari ini. Maka tanamkan lah kesadaran ini didalam lubuk hati yg paling dalam, agar kita tidak lalai.

Tantangan kita hari ini jauh lebih berat ketimbang tantangan para pendahulu kita. Hari ini kita harus bangkit melawan sesuatu yg bahkan tak mampu untuk kita abstraksikan, tak kasat mata, namun terasa pengaruhnya, pelan, tapi pasti daya rusaknya, syahwat dan syubhat adalah senjata utama hari ini untuk merusak ummat islam, namun agar bisa menipu, dibungkus sehalus mungkin sehingga samar dan tak nampak. Media menjadi bajunya, untuk tampak sebagai sesuatu yg indah dan seolah benar.
Saya teringat salah satu diantara teori yg pernah dituturkan oleh Samuel Huntington seorang politikus dalam kesempatan nya ketika berbicara tentang konteks konspirasi dan makar, kurang lebih maknanya; “hari ini pilar kekuatan suatu negara atau bangsa terletak pada penguasaan mereka terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi informasi

Maka sebagai mahasiswa yg akan menjadi cikal bakal penyambung risalah Nabi, untuk tidak ketinggalan ilmu pengetahuan dan isu-isu seputar  informasi terkini apalagi jika berkaitan dengan mashlahat ummat islam, kalau belum mampu mencarikan solusi paling tidak, kita telah turut perhatian dengan kondisi ummat islam. sungguh miris jika melihat sikap sebagian kita yg paranoid dan antipati dengan informasi, apalagi dengan dalih menghabiskan waktu, ingat, keberhasilan dakwah sangat ditentukan oleh kualitas Duat nya, seorang dai yg berkualitas mampu beradaptasi dengan perkembangan baik teknologi maupun informasi terkini, agar bisa merumuskan solusi-solusi yg ditawarkan oleh syariat islam yg sesuai dengan kondisi ril hari ini.
Sekali lagi, alangkah baiknya kita saling bersinergi untuk mengeluarkan ummat dari keterpurukan tanpa harus saling menyalahkan, tanpa harus saling mengklaim dan merasa paling benar metode nya, apalagi merasa paling bertakwa disisi Allah.

By: Zulfikar Harun

Tidak ada komentar:

Posting Komentar