“Tangan-tangan kotor yang bersembunyi dibalik bayang media untuk mengintimidasi agama islam”
Kemajuan indonesia dari sisi informasi tidak lepas dari peran media. Karena diantara manfaat media adalah membuka wawasan masyarakat indonesia tentang perihal keadaan dunia, baik yang berskala nasional maupun internasional. Bahkan dengan adanya media, pihak kepolisian dan masyarakat pada umumnya merasa sangat terbantu, karena kecakapan media dalam memberikan informasi yang terkait dengan tindak kriminal, dan juga tanggap dalam menyajikan informasi yang berkaitan dengan keadaan masyarakat terkini.
Kemajuan indonesia dari sisi informasi tidak lepas dari peran media. Karena diantara manfaat media adalah membuka wawasan masyarakat indonesia tentang perihal keadaan dunia, baik yang berskala nasional maupun internasional. Bahkan dengan adanya media, pihak kepolisian dan masyarakat pada umumnya merasa sangat terbantu, karena kecakapan media dalam memberikan informasi yang terkait dengan tindak kriminal, dan juga tanggap dalam menyajikan informasi yang berkaitan dengan keadaan masyarakat terkini.
![]() |
| Tangan-tangan kotor yang bersembunyi di balik banyangan media |
Baru-baru ini, kita diresahkan dengan beredarnya vaksin palsu. Namun karena respon media yang cepat dalam menyebarkan berita dan informasi, sehingga telah membantu pihak kepolisian dalam menuntaskan dan mengusut para pelaku vaksin palsu tersebut. Dan akhirnya para pelaku sekarang telah di tangkap dan di proses secara hukum oleh pihak kepolisian. Ini semua tidak lepas dari peran media.
Namun akhir-akhir ini seolah media telah kehilangan pijakan sehingga membuat mereka harus menjilat, dan melacurkan harga diri mereka, untuk sesuap nasi kepada pihak dan oknum-oknum yang mempunyai kepentingan untuk menjatuhkan dan bahkan mengintimidasi kelompok, etnis dan agama tertentu.
Terkait masalah pelaku penyebaran vaksin palsu…
Tentunya tidak ada satu pun agama yang melegalkan bahkan mengajarkan para pemeluknya untuk melakukan tindakan kriminal, apa pun dan bagaimana pun alasan nya. Kejahatan yang dilakukan walaupun dengan niat yang baik tetap tidak bisa menjadi pembenaran akan kejahatan tersebut, karena kejahatan dimata agama tetaplah kejahatan. Terkait masalah pelaku penyebaran vaksin, yang di muat oleh beberapa media sangat disayangkan, dimana jelas sekali menyudutkan dan mengintimidasi agama islam, terkesan sekali keberpihakan media. Nyatanya bisa dilihat dari cara penyajian berita yang dimuat oleh beberapa media diantaranya: [liputan 6 http://news.liputan6.com/read/2539960/top-3-sosok-religius-dan-santun-di-balik-vaksin-palsu] [merdeka.com memuat dengan judul “pasutri pembuat vaksin palsu dikenal rajin sholat”] yang mengaitkan pelaku dengan ritual ibadahnya yaitu sholat. Ketika ada pelaku kriminal yang beragama islam, maka media selalu meyalahkan adalah ajaran agama nya. Namun ketika yang menjadi pelaku kriminal beragama kristen dll, maka media tidak pernah mengaitkan dengan agama nya. Banyak sekali contoh kasusnya, di antaranya kasus pengeboman mall alam sutra yang dimana pelakunya non islam yakni kristen maka media tidak pernah mengaitkan dengan ajaran gereja nya. Ada juga kasus pedofil yang dimana pelakunya adalah seorang pendeta namun media tak pernah menyalahkan status kependetaan pelaku tersebut.
Pada akhirnya apa yang dilakukan oleh media-media dan musuh-musuh islam, membuat kita sadar bahwa benar lah apa yang di sabdakan oleh Nabi kita Muhammad tentang kondisi kaum muslimin di akhir zaman tertindas dan terintimidasi. Namun dengan kondisi tersebut justru akan membuat islam akan semakin kuat, semakin tak terbendung sehingga membuat cahaya islam akan menyebar ke seantero alam menyentuh sampai keseluruh pelosok-pelosok dunia.
[Zulfikar harun_27 Juni 2016/ 22 ramadhan 1437 H]
Namun akhir-akhir ini seolah media telah kehilangan pijakan sehingga membuat mereka harus menjilat, dan melacurkan harga diri mereka, untuk sesuap nasi kepada pihak dan oknum-oknum yang mempunyai kepentingan untuk menjatuhkan dan bahkan mengintimidasi kelompok, etnis dan agama tertentu.
Terkait masalah pelaku penyebaran vaksin palsu…
Tentunya tidak ada satu pun agama yang melegalkan bahkan mengajarkan para pemeluknya untuk melakukan tindakan kriminal, apa pun dan bagaimana pun alasan nya. Kejahatan yang dilakukan walaupun dengan niat yang baik tetap tidak bisa menjadi pembenaran akan kejahatan tersebut, karena kejahatan dimata agama tetaplah kejahatan. Terkait masalah pelaku penyebaran vaksin, yang di muat oleh beberapa media sangat disayangkan, dimana jelas sekali menyudutkan dan mengintimidasi agama islam, terkesan sekali keberpihakan media. Nyatanya bisa dilihat dari cara penyajian berita yang dimuat oleh beberapa media diantaranya: [liputan 6 http://news.liputan6.com/read/2539960/top-3-sosok-religius-dan-santun-di-balik-vaksin-palsu] [merdeka.com memuat dengan judul “pasutri pembuat vaksin palsu dikenal rajin sholat”] yang mengaitkan pelaku dengan ritual ibadahnya yaitu sholat. Ketika ada pelaku kriminal yang beragama islam, maka media selalu meyalahkan adalah ajaran agama nya. Namun ketika yang menjadi pelaku kriminal beragama kristen dll, maka media tidak pernah mengaitkan dengan agama nya. Banyak sekali contoh kasusnya, di antaranya kasus pengeboman mall alam sutra yang dimana pelakunya non islam yakni kristen maka media tidak pernah mengaitkan dengan ajaran gereja nya. Ada juga kasus pedofil yang dimana pelakunya adalah seorang pendeta namun media tak pernah menyalahkan status kependetaan pelaku tersebut.
Pada akhirnya apa yang dilakukan oleh media-media dan musuh-musuh islam, membuat kita sadar bahwa benar lah apa yang di sabdakan oleh Nabi kita Muhammad tentang kondisi kaum muslimin di akhir zaman tertindas dan terintimidasi. Namun dengan kondisi tersebut justru akan membuat islam akan semakin kuat, semakin tak terbendung sehingga membuat cahaya islam akan menyebar ke seantero alam menyentuh sampai keseluruh pelosok-pelosok dunia.
[Zulfikar harun_27 Juni 2016/ 22 ramadhan 1437 H]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar