Jumat, 24 November 2017

Antara jihad dan terorisme

“Islam bukan agama teroris”

Hari selasa 28 juni 2016 , kita digemparkan dengan bom bunuh diri yang terjadi  di bandara Istanbul, Turki. Namun seolah media-media senyap, diam seribu bahasa. Ketika kaum muslimin yang menjadi korban tindak kekerasan atau terorisme,  media-media seolah bungkam, seolah tak peduli dengan keadaan yang di rasakan oleh kaum muslimin, namun ketika yang menjadi pelaku segilintir orang atau oknum tertentu yang melakukan tindak terorisme, yakni bom bunuh diri dengan membawa lambang atau bendera islam, media-media barat(sekuler)ramai, mengutuk dan bahkan menabur bunga sebagai doa bersama dan lambang kesedihan, menolak tindakan tersebut. Seolah ingin menyudutkan islam, dengan selalu mengaitkan tindakan terorisme, dan ingin membenturkan antara konsep jihad dengan terorisme, padahal agama islam tak pernah sekalipun melegalisasi dan mengajarkan tindakan-tindakan terorisme.

Konsep islam…
Antara jihad dan terorisme

Apa yang di gambarkan oleh media barat tentang wajah islam hari ini, yang selalu identik dengan bom dan kekerasan, bukanlah konsep agama islam yang sebenarnya. Karena para pembawa agama islam semenjak ratusan abad yang lalu, mulai dari Rasulullah sampai para sahabat Beliau, tidak pernah sedikit pun mengajarkan kepada pemeluknya ajaran terorisme. Karena paham terorisme sangat kontradiktif dengan konsep agama islam  yang mengajarkan kasih sayang, bukan sekedar kepada sesama manusia, bahkan sampai kepada binatang pun, islam menagajarkan untuk berkasih sayang.

Allah SWT berfirman dalam surat al anbiya’ ayat 107 yang menjelaskan tentang konsep islam yaitu menebarkan kasih sayang.

ومآ أرسلناك إلاَ رحمة للعالمين

“Tidaklah kami mengutusmu (Muhammad) melainkan untuk menebarkan rahmat (kasih sayang) kepada seluruh alam”

Bahkan dalam alquran ada beberapa ayat sebagai penegasan tentang larangan membunuh jiwa yang di haramkan oleh Allah SWT sebagai bentuk dari rahmat dari Allah, agar kita manusia sadar, betapa berharganya jiwa seorang manusia, salah satunya dalam surat al an’am ayat 151.

ولا تقتلوا النفس التي حرم الله إلاَ بالحق

“Dan janganlah kalian membunuh jiwa-jiwa yang di haramkan oleh Allah kecuali dengan haq(yang dibenarkan)”

Islam agama cinta…

ادع إلى سبيل ربَك بالحكمة و الموعظة الحسنة

“Seru lah manusia kepada jalan tuhan Mu dengan cara yang hikmah dan dengan menasehati dengan cara yang baik”[Q.S An nahal 125]

Ayat di atas sangatlah jelas, bahwa dakwah seharusnya di lakukan dengan mengedepankan cara-cara damai dan bijaksana. Dan hal ini telah menjadi spirit bagi dakwah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad. Dan itu bisa di saksikan melalui sirah dan perjalanan hidup beliau, semasa ketika Beliau berdakwah di mekkah selama 13 tahun lamanya. Bahwa dakwah kepada agama islam tidak pernah dipaksakan kepada siapapun karena tugas Beliau hanyalah sebatas penyampai amanat ilahi saja.

Agama islam tidak pernah mengajarkan pemeluknya tentang pemahaman terorisme dan radikalisme. Bahkan ketika dalam medan perang (jihad) sekalipun, islam sangat menjaga batasan-batasan dalam membunuh yaitu diantaranya membunuh dengan sekali tebasan, tidak boleh membunuh dengan menggunkan api (dengan cara membakar), tidak boleh merusak pohon, tidak boleh membunuh anak-anak, perempuan dan orang tua. Bahkan ketika kaum muslimin melakukan ekspansi dan membebaskan satu wilayah, dilarang untuk merusak rumah-rumah ibadah masyarakat setempat. Ini semua merupakan implikasi dari ajaran islam yang sesungguhnya, yaitu menyebarkan rahmat dan kasih sayang kepada seluruh alam.

Proses masuknya islam ke indonesia menggambarkan wajah islam…

sejarah telah menjelaskan tentang proses masuknya islam ke indonesia. Dimana sejak kedatangan islam di bumi pertiwi indonesia, sepanjang menyangkut proses peyebaran nya sebagai agama dan kekuatan kultur,  islam telah menampakan keramahan nya. Dalam konteks ini, islam disebarkan secara damai, tidak memaksa pemeluk lain untuk masuk agama islam, menghargai budaya yang tengah berjalan, dan bahkan mengakomodasinya ke dalam kebudayaan lokal tanpa kehilangan identitasnya. Ternyata sikap toleran inilah yang banyak menarik simpatik masyarakat indonesia pada saat itu, untuk mengikuti ajaran islam.

Para pendakwah yang menyebarkan islam ke indonesia, sejak dulu tidak serta merta melakukan “pembumihangusan” terhadap kearifan-kearifan lokal yang sudah lama berserakan di bumi Nusantara. Artinya, mereka tidak menganggap bahwa “warisan nasional” yang ada di bumi Nusantara ini perlu di hancurkan lantas diganti secara frontal dengan simbol-simbol ke islaman yang literalis. Inilah wajah islam yang sebenarnya, bagaimana para pengemban dakwah betul-betul menerapkan konsep “cinta dan damai” dalam proses penyebaran islam di Nusantara.Dan ini sangat jauh berbeda dengan islam yang di gambarkan oleh media barat.

Terorisme adalah ancaman global…

Seolah ingin merusak islam dari dalam, para musush-musuh islam tidak kehabisan cara agar bagaimana islam tidak bisa berkembang dan tidak bisa diterima ditengah-tengah masyarakat barat. Sehingga mereka (membuat propaganda) membentuk kelompok radikal dengan melakukan teror dengan membawa bendera islam, sehingga dengan cara ini bisa merusak citra islam dan membuat orang-orang justru anti pati terhadap islam.  Cara ini telah terbukti ampuh. Dampak dari aksi teror yang mereka lakukan terlihat pada munculnya semacama stigmatisasi dari masyarakat terhadap busana yang dikenakan seorang muslim. Saat ini kerap kali kita jumpai orang yang bercelana cingkrang dan berjenggot, mereka ini lantas menjadi gampang dipandang sebagai sosok radikal. Padahal tidak semestinya di pandang seperti itu.

Terorisme memang saat ini tengah mengancam global kita, tetapi kita membutuhkan intelejen akurat yang mempertimbangkan seluruh bukti. Menurut Karen Armstrong, pengukutukan terhadap islam secara membabi buta dan tanpa dasar tidak akan membantu. Karena klaim sepihak seperti ini merupakan tuduhan yang tak berdasar. Pasalnya paham terorisme dan radikalisme bisa merasuk ke semua agama. Ketika perspektif politik dunia dibatasi pada relasi Islam-Barat, maka perspektif itu bagi sebagian orang yang berbicara tentang radikalisme berarti melakukan tuduhan. Radikalisme tidak menunjukan keyakinan-keyakinan agama, tetapi lebih merupakan pandangan sosio-politik, yakni masalah yang menyangkut urusan negara, masyarakat, dan dunia politik. Akan tetapi, masalah itu dewasa ini sering di artikulasikan melalui atau dengan simbol-simbol agama.

Padahal kalau kita telusuri semua ajaran agama yang ada dimuka bumi, tak ada satupun agama yang melagalkan paham terorisem dan radikalisme. Karena agama mengajarkan cinta, dan damai. Bahkan jika seseorang benar-benar memahami agamanya, membaca kitab nya maka sesungguhnya ia akan menemukan firman-firman Tuhan mewahyu di berbagai agama yang menyatakan bahwa Tuhan tidak menyamakan antara kejahatan(kekerasan) dengan konsep kebaikan. Agama mengajarakan secara gamblang bahwa kejahatan mutlak berbeda dengan kebaikan, lalu menganjurkan manusia membalas kejahatan dengan kebaikan.

Tangan-tangan kotor yang bersembunyi di balik banyangan media

“Tangan-tangan kotor yang bersembunyi dibalik bayang media untuk mengintimidasi agama islam”

Kemajuan indonesia dari sisi informasi tidak lepas dari peran media. Karena diantara manfaat media adalah membuka wawasan masyarakat indonesia tentang perihal keadaan dunia, baik yang berskala nasional maupun internasional. Bahkan dengan adanya media, pihak kepolisian dan masyarakat pada umumnya merasa sangat terbantu, karena kecakapan media dalam memberikan informasi yang terkait dengan tindak kriminal, dan juga tanggap dalam menyajikan informasi yang berkaitan dengan keadaan masyarakat terkini.

Tangan-tangan kotor yang bersembunyi di balik banyangan media

Baru-baru ini, kita diresahkan dengan beredarnya vaksin palsu. Namun karena respon media yang cepat dalam menyebarkan berita dan informasi, sehingga telah membantu pihak kepolisian dalam menuntaskan dan mengusut para pelaku vaksin palsu tersebut. Dan akhirnya para pelaku sekarang telah di tangkap dan di proses secara hukum oleh pihak kepolisian. Ini semua tidak lepas dari peran media.

Namun akhir-akhir ini seolah media telah kehilangan pijakan sehingga membuat mereka harus menjilat, dan melacurkan harga diri mereka, untuk sesuap nasi kepada pihak dan oknum-oknum yang mempunyai kepentingan untuk menjatuhkan dan bahkan mengintimidasi kelompok, etnis dan agama tertentu.

Terkait masalah pelaku penyebaran vaksin palsu…

Tentunya tidak ada satu pun agama yang melegalkan bahkan mengajarkan para pemeluknya untuk melakukan tindakan kriminal, apa pun dan bagaimana pun alasan nya. Kejahatan yang dilakukan walaupun dengan niat yang baik tetap tidak bisa menjadi pembenaran akan kejahatan tersebut, karena kejahatan dimata agama tetaplah kejahatan. Terkait masalah pelaku penyebaran vaksin, yang di muat oleh beberapa media sangat disayangkan, dimana jelas sekali menyudutkan dan mengintimidasi agama islam, terkesan sekali keberpihakan media. Nyatanya bisa dilihat dari cara penyajian berita yang dimuat oleh beberapa media diantaranya: [liputan 6 http://news.liputan6.com/read/2539960/top-3-sosok-religius-dan-santun-di-balik-vaksin-palsu] [merdeka.com memuat dengan judul “pasutri pembuat vaksin palsu dikenal rajin sholat”] yang mengaitkan pelaku dengan ritual ibadahnya yaitu sholat. Ketika ada pelaku kriminal yang beragama islam, maka media selalu meyalahkan adalah ajaran agama nya. Namun ketika yang menjadi pelaku kriminal beragama kristen dll, maka media tidak pernah mengaitkan dengan agama nya. Banyak sekali contoh kasusnya, di antaranya kasus pengeboman mall alam sutra yang dimana pelakunya non islam yakni kristen maka media tidak pernah mengaitkan dengan ajaran gereja nya. Ada juga kasus pedofil yang dimana pelakunya adalah seorang pendeta namun media tak pernah menyalahkan status kependetaan pelaku tersebut.

Pada akhirnya apa yang dilakukan oleh media-media dan musuh-musuh islam, membuat kita sadar bahwa benar lah apa yang di sabdakan oleh Nabi kita Muhammad tentang kondisi kaum muslimin di akhir zaman tertindas dan terintimidasi. Namun dengan kondisi tersebut justru akan membuat islam akan semakin kuat, semakin tak terbendung sehingga membuat cahaya islam akan menyebar ke seantero alam menyentuh sampai keseluruh pelosok-pelosok dunia.

[Zulfikar harun_27 Juni 2016/ 22 ramadhan 1437 H]

Kontroversial Perda Syariah di tengah Kemajemukan

Penertiban warteg ibu saeni, karena melanggar Perda (peraturan daerah) Serang Banten, tentang larangan warteg dan rumah makan beropresi di siang hari selama bulan suci romadhan, meninggalkan polemik yang tak berkesudahan hingga saat ini. Sehingga di manfaatkan oleh oknum-oknum dan media yang membenci islam untuk menyudutkan dan mencabut perda-perda yang mengandung syariat islam.

Kontroversial Perda Syariah di tengah Kemajemukan

Di tengah polemik tersebut, masyarakat dan ummat islam pada khususnya, sangat membutuhkan peran pemerintah untuk mengambil kebijakan agar kemudian bisa memberikan solusi, namun sangat di sayangkan, sikap pemerintah yang justru terkesan diskriminasi dan menyalahkan Perda tersebut, dengan meregulasi atau menghapus Perda yang berbauh syariat islam.

Terlepas dari benar atau tidak nya berita tersebut, sikap pemerintah sangat tidaklah bijak, karena pada pasalnya Perda tersebut di rancang dan di sesuaikan dengan jumlah mayoritas kepercayaan masyarakat serang banten yang di mana notabenenya adalah beragama islam. Sebagaimana Perda-Perda lain nya yang berlaku di beberapa daerah di indonesia. kalau memang solusi yang di ambil oleh pemerintah adalah penghapusan Perda yang mengandung syariat islam yang katanya intoleran, maka kita pun menuntut untuk mencabut dan menghapus beberapa Perda seperti di bali tentang larangan melakukan kegiatan dan aktivitas pada saat hari raya nyepi, dan beberapa Perda derah lainnya, sebagai bentuk keadilan.

Namun, semua itu hanyalah motif terselubung dan alasan yang tidak rasional. Karena pada intinya mereka yang berkoar-koar mendukung penghapusan Perda yang mengandung syariat islam adalah karena kebencian mereka terhadap agama islam. Seolah telah menjadi sunnatullah, bahwa orang-orang munafiq, yahudi dan nashrani tidak akan senang dengan agama islam. Tidak akan diam melihat tegak nya agama islam, khususnya di negara indonesia. Allah SWT berfirman dalam surat al baqarah ayat 120 sebagai pembenaran akan hal ini, yaitu kebencian mereka kepada agama islam.

و لن ترضى عنك اليهود ولا النصارى حتى تتَبع ملتهم

“Orang-orang yahudi dan nashrani tidak akan senang dengan kamu hingga kamu mengikuti agama mereka”

Seharusnya Pemerintah Transparansi

Tidak di pungkiri, bahwa negara indonesia adalah termasuk negara yang paling besar jumlah penduduknya yang beragama islam. Makanya, selain tuntutan kepada pemerintah agar berlaku adil dan tidak diskriminasi, kita juga menuntut pemerintah agar transparansi dalam memberikan informasi terkait penghapusan 3.143 Perda, yang katanya kontroversial, agar tidak menimbulkan keresahan mayarakat khususnya kaum muslimin dan agar tidak memicu konflik SARA. Karena beredar di tengah-tengah masyarakat, di antara Perda yang kontroversial tersebut adalah Perda-Perda yang mengandung syariat islam. Maka sebagai bagian dari masyarakat kami memohon dan berharap kepada pemerintah agar bersikap adil, dan tranparansi agar bisa terus menjaga dan meningkatkan sikap saling toleransi kepada sesama.

Perda Syariat dalam Perspektif Ilmu Ushulul Fiqhi

Menghormati yang tidak puasa atau terkhusus kepada orang-orang kafir. Bagaimana pandangan agama islam khususnya para ulama, dan pakar ushulul fiqhi dalam memandang masalah ini. Apakah orang-orang kafir itu di bebankan untuk menjalankan syariat islam yang berkaitan dengan cabang-cabang syariat islam seperti sholat, puasa, zakat dan lain nya di negara yang mayoritas penduduk nya beragama islam? Ada 3 pendapat yang masyhur, namun kami hanya akan membahas dua pendapat yang kami rasa paling viral.

Terjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama dalam memandang masalah ini:
1. Pendapata mayoritas ulama[Imam Malik, Syafi’i dan Ahmad], mengatakan bahwa orang-orang kafir itu di bebankan dan di tuntut unutk melaksanakan cabang-cabang syariat islam. Berlandaskan ayat suci alquran, surat Almuddatstsir_42-44

ما سلككم في سقرََ قالوا لم نك من المصلَين ََ ولم نك نطعم المسكينََ
Artinya:
Apakah penyebab kamu di masukan kedalam neraka saqar(42) Mereka menjawab “kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang menunaikan sholat(43) Dan kami juga dahulu tidak memberi makan orang miskin(44)
Ayat di atas sangat lah jelas, diantara penyebab mereka di masukan kedalam neraka adalah karena mereka dahulu sewaktu di dunia tidak suka memberi makan orang-orang miskin, dan ini termasuk bagian dari cabang-cabang syariat islam.

2. Pendapat yang kedua adalah pendapatnya imam Abu Hanifah dan mayoritas pengikutnya. Mereka mengatakan bahwa orang-orang kafir tidak dibebankan untuk menjalankan cabang-cabang syariat islam. Mereka berdalil dengan logika. Mengatakan bahwa kalau seandainya orang-orang kafir itu di bebankan untuk menjalankan cabang dari syariat islam maka amalan mereka tidak akan di terima oleh ALLAH SWT dikarenakan kekafiran mereka, karena salah satu di antara syarat di terima nya amalan seseorang adalah islam. Dan juga mereka tidak di wajibkan untuk mengqadho atau mengganti amalan-amalan seperti sholat, puasa dan lain nya, yang mereka tinggalkan dahulu selama dalam kekafiran ketika mereka telah masuk islam dan menjadi seorang muslim.

Namun pendapat yang paling mendekati kebenaran adalah pendapat yang pertama yang mengatakan bahwa orang-orang kafir itu terkena beban untuk menjalankan bagian dari cabang-cabang syariat islam ketika berada di tengah-tengah mayoritas penduduk yang beragama islam.

Tentunya kita tidak pernah meminta orang-orang kafir untuk juga ikut berpuasa, atau membuat peraturan Perda, agar orang kafir wajib melaksanakan puasa selama bulan suci ramadhan, karena ini merupakan tindakan pemaksaan dan sangat intoleran. Karena kita pun sadar akan kemajemukan masyarakat yang ada di indonesia. kita hanya meminta untuk saling menghormati dan menghargai satu sama lain agar bisa sama-sama mewujudkan sikap saling toleransi di antara kita. Khususnya Perda-perda yang sudah di sepakati bersama, yang di sesuaikan dengan keadaan dan keyakinan mayoritas masyarakat di wilayah atau daerah tersebut.

Mudah-mudahan sedikit ini bisa memberikan manfaat kepada kita semua.

Rekonstrusi Kebenaran Arabisasi

Fenomena tersebarnya berbagai penyimpangan di tengah masyarakat kita, mulai dari muncul nya aliran, ideologi yang sesat, dan kerancuan dalam berfikir, di sebabkan karena ketidak pahaman nya mereka terhadap bahasa arab, sehingga menjerumuskan mereka kepada interpretasi tafsiran “semau gue”.

Allah ‘azza wa jalla telah menjadikan al quran dan hadits-hadits Rasulullah, mudah untuk di pahami oleh semua kalangan, dan ini di antara kelebihan agama islam yang tidak di dapatkan di dalam agama-agama yang lain, di mana yang bisa memahami inti dari ajaran agama, hanyalah orang-orang tertentu. Sangat jauh berbeda dengan agama islam, yang di mana Allah ‘azza wa jalla sendiri tegaskan dalam Alquran:
ولقد يسرنا القرءان للذكر فهل من مدكر ْْ
Artinya:

“Sungguh telah Kami mudahkan Alquran (itu) untuk di pelajari maka apakah ada yang mengambil pelajaran” [Q.S Al qomar-17]

 
Rekonstrusi Kebenaran Arabisasi

Namun ini bukan berarti pembenaran dalam memahami al quran dan hadits Rasulullah itu “semau gue”, karena ada dhowaabit atau koridor yang harus di jaga, agar tidak terjadi kerancuan dan disinterpretasi, yaitu bagaimana sudut pandang kita dalam memahami al quran bisa selaras dengan cara para salafus sholeh (sahabat Nabi) dalam memahami al quran dan hadits-hadits Rasulullah.

Dan di antara alat yang dapat membantu kita dalam memahami dengan baik kandungan al quran dan hadits Rasulullah adalah dengan memahami bahasa arab. Karena Allah menurunkan al quran dengan bahasa arab, maka sepatutnya kita pun memahami dengan baik bahasa arab.
إنَآ أنزلنه قرآنا عربيا لعلكم تعقلون
Artinya:

“sesungguhnya kami menurunkan nya berupa al quran dengan berbahasa arab, agar kamu memahaminya”[Q.S Yusuf-2]

Syeikhul islam ibn Taimiyah rahimahullahu ta’la pernah berkata tentang urgensi bahasa arab;
Beliau berkata:
يقول شيخ الإسلام ابن تيمية 😦 فإنَ نفس اللغة العربية من الدين و معرفتها فرض واجب فإن فهم الكتاب و السنة واجب ولا يفهم إلاَ بفهم اللغة العربية وما لا يتمَ الواجب إلاَ به فهو واجب )1

Artinya:“Berkata syeikhul islam ibn taimiyah: ( Sesungguhnya bahasa arab itu adalah bagian yang tidak bisa di pisahkan dari agama islam, dan mempelajarinya (bahasa arab) adalah suatu keharusan yaitu wajib, karena mempelajari al quran dan hadits-hadits Rasulullah itu kewajiban, dan seseorang tidak bisa memahami keduan nya kecuali dengan memahami bahasa arab. Dan wasilah yang dapat mengantarkan kepada hal yang wajib maka wasilah tsb menjadi wajib)1

Sepintas mengamati perkataan Syeikhul islam, seolah ada sesuatu yang bersifat mubalagah atau berlebihan. Namun kalau kita melihat keadaan yang terjadi saat ini khususnya di tana air kita, tentang maraknya aliran sesat, muncul nya pemikiran yang sesat dan menyimpang. Maka perkataan beliau sungguh sangat benar. Karena sesungguhnya inti dari kesesatan dan penyimpangan yang terjadi saat ini adalah, di sebabkan karena ketidak pahaman terhadap bahasa arab dengan baik. Karena substansi dari syariat islam adalah bahasa arab, dan seseorang tidak bisa memahami dengan baik syariat islam kecuali dia bisa memahami bahasa arab dengan sebaik-baiknya.

Wacana Arabisasi

Saat ini banyak orang dan kelompok menolak wacana arabtisasi baik dari segi bahasa maupun budaya dengan memunculkan islam berwajah nusantara atau di kenal dengan Islam Nusantara. Berdalih bahwasanya indonesia punya budaya sendiri, atau bahwa peradaban islam di timur tengah telah runtuh dan dengan berbagai dalih-dalih lain nya yang di mana intinya adalah menolak budaya arab. Kita berhusnudzhan berbaik sangka mudah-mudahan penolakan mereka terhadap arabtisasi itu betul-betul hanya dari segi budaya, bahasa dan bukan karena menolak syariat islam.

Namun perlu di ketahui bahwa sejarah berdirinya negara indonesia pun tidak lepas dari peran negara arab dan timur tengah. Sejarah telah membuktikan nya dengan teori-teori masuknya islam di nusantara. Ada beberapa teori yang masyhur di sebutkan dalam buku-buku sejarah, namun teori yang paling valid adalah Teori Mekkah.

Prof. Dr. Buya hamka dalam seminar Masuknya Agama Islam ke Indonesia di Medan tahun 1963, lebih menggunakan fakta yang di angkat dari Berita Cina Dinasti Tang. Berita Cina Dinasti Tang tersebut menuturkan di temuinya daerah hunian wirausahawan Arab Islam di pantai barat sumatra maka di simpulkan islam masuk dari daerah asalnya yaitu arab. Di bawah wiraniagawan Arab. Sedangkan kesultanan Samodra pasai yang di dirikan pada tahun 1275 M atau abad-13 M, bukan awal masuknya agama Islam, melainkan perkembangan agama Islam.2

Itu dari sisi teori, salah satu bukti kuat nya adalah kalau kita mengamati gambar para pejuang kita, maka kita akan dapati dari cara berpakaian mereka lebih menggambarakan nuansa ke arab-araban. Begitu juga dari segi bahasa kita, bahasa Indonesia yang di mana tidak berlebihan kita katakan bahwasanya 80% bahasa Indonesia adalah hasil dari Naturalisasi bahasa, dari bahasa arab ke bahasa indonesia.

Jadi intinya, bahwasanya bahasa arab adalah bagian dari syariat Islam. Untuk memahami syariat Islam dengan baik di tuntut untuk memahami bahasa arab juga, agar tidak terjadi kerancuan dalam memahami agama Islam.

Mudah-mudahan sedikit ini bisa memberikan manfaat, khususnya bagi penulis. Dan kami mengucapkan selamat menjalankan Ibadah Puasa, semoga Allah menerima segala amalan kebaikan yang kita lakukan. Amin

========================================================================
1) Lihat karangan Beliau إقتضاء الصراط المستقيم juz 1 halaman 470
2) Lihat buku Api Sejarah jilid 1 karangan Ahmad Mansur Suryanegara halaman 99 Teori Mekkah

Logika Iblis

Pasca diusir nya iblis (la’natullah ‘alaihi) dari syurga, dan ditetapkan bahwa ia akan kekal di dalam neraka. Iblis telah berjanji kepada Allah SWT akan menyesatkan seluruh anak cucu adam, agar bisa menemani di neraka dan menjadi pengikut setia nya. Banyak sekali ayat-ayat dalam al quran, yang di mana Allah mengabadikan janji iblis tersebut. Di antaranya Allah SWT berfirman:
قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لأغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ

Artinya:
“Iblis berkata: Demi kemuliaan Mu (Allah) aku akan menyesatkan semua anak cucu adam”[Q.S Shaad-88]

Janji Iblis bukan sekedar janji palsu, setelah ia meminta penangguhan kepada Allah SWT sampai hari kiamat, maka pada saat itu pula ia mulai bekerja. Dan manusia yang pertama kali di gelincirkan oleh iblis adalah Bapak kita Adam ‘alaihi as salaam.

Logika Iblis

Mulai saat itu iblis merekrut para kader dan pengikut setia demi menyukseskan misi nya untuk menyesatkan manusia agar ia tidak kesepian di neraka. Kader iblis, mulai dari kalangan keluarga dan sebangsa nya yaitu dari golongan syeitan dan jin, juga dari golongan manusia.
Allah ‘azza wa jalla berfirman:
. وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الإنْسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ
غُرُورًا

Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). [Q.S Al an’am 112]

Sebagaimana iblis memiliki pengikut setia, begitu juga dengan para Nabi dan Rasul. Mereka ‘alaihim assalaam pun memiliki kader pengikut setia, yang kelak senantiasa konsisten, berdiri tegak melawan kemungkaran dan tipu daya iblis yaitu para da’i yang mengajak ke jalan Allah.

Logika Iblis

Diantara penyebab di keluarkan nya iblis dari syurga secara tidak terhormat, selain karena kembongan nya, juga karena logika nya, yang intinya menolak perintah dari Allah SWT.
Iblis dengan logika nya yang terlihat seperti rasional dan ilmiah namun sangat dankal, tidak sesuai dengan fakta dan realita, mengatakan bahwa api lebih baik dari tanah.
قالَ مَا مَنَعَكَ أَلا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ
Artinya:
“Berkata Allah SWT kepada iblis; apa yang menghalangimu untuk sujud ketika Aku (yaitu Allah) memerintahkan kepadamu untuk sujud? Iblis berkata; aku lebih baik dari nya (yaitu adam), Engkau menciptakan ku dari api sedangkan dia, engkau ciptakan dari tanah”.[Q.S Al a’raf-12]

Inilah logika iblis, dengan mengatakan bahwa api itu lebih baik dari tanah, maka ia merasa lebih tinggi derajatnya di banding manusia(Adam) yang tercipta dari tanah. Padahal sifat dan dzat tanah jauh lebih baik dari api. Tanah bersifat membangun, tempat kehidupan dan kuat, adapun api, sifat nya membakar, menghanguskan, dan lemah.

Di antara logika iblis yang tersebar di tengah masyarakat kita dan di gandrungi oleh masyarakat modern saat ini adalah logika dualisme (baca_mendingan). Karena di antara metode iblis dalam menyesatkan manusia itu ada dua, entah dengan syahwat atau syubhat(pemikiran dan pendangkalan aqidah).

Dualisme

Dua hari yang lalu kita dihebohkan oleh berita yang menjadi viral dimedia, tentang penggusuran warung makan seorang ibu-ibu oleh satpol PP, karena berjualan disiang hari dibulan ramadhan. Sebenarnya peristiwa yang demikian sudah menjadi hal yang lumrah ditanah air, namun kehadiran para pahlawan bertopeng, yang membela mati-matian si ibu atas nama HAM dan mencela habis-habisan syariat ibadah puasa dan orang yang sedang berpuasa. Mereka mengatakan bahwasanya percuma berpuasa kalau masih bersikap intoleran terhadap yang tidak berpuasa dan lain sebagai nya. Padahal kalau mereka betul-betul membela atas nama HAM dan bukan atas dasar penolakan dan kebencian terhadap syariat ibadah puasa, maka mereka pun akan melakukan hal yang sama, membela masyarakat pasar ikan, luar batang ketika terjadi penggusuran, atas nama HAM juga. Tapi mereka semua diam dan bungkam, karena pada dasarnya yang mereka inginkan adalah penolakan terhadap syariat islam atas nama HAM.

Kembali ke dualisme, inti dari pemikiran dualisme ini membuat orang tidak punya pilihan, kecuali memilih yang baik. Membandingkan antara dua komponen yang pada hakikatnya tidak bisa disatukan bagaikan air dan api, siang dan malam baik dan buruk.

Sebenarnya didalam alquran Allah telah memberikan isyarat tentang dualisme ini yang memang tidak bisa di satukan. Allah ‘azza wa jalla berfirman:

قُلْ لَا يَسْتَوِي الْخَبِيثُ وَالطَّيِّبُ وَلَوْ أَعْجَبَكَ كَثْرَةُ الْخَبِيثِ فَاتَّقُوا اللَّهَ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Artinya:
“Katakanlah wahai muhammad, tidak sama antara yang buruk dengan yang baik, meskipun banyak nya yang buruk itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah hai orang yang berakal, agar kamu mendapat keberuntungan”[Q.S Al maidah-100]
Berkata At thabari dalam tafsirnya “jaami’ul bayan” :

قال أبو جعفر: يقول تعالى ذكره لنبيه محمد صلى الله عليه وسلم، قل يا محمد: لا يعتدل الرديء والجيد، والصالح والطالح، والمطيع والعاصي ولو أعجبك كثرة الخبيث”، يقول: لا يعتدل العاصي والمطيع لله عند الله، ولو كثر أهل المعاصى فعجبت من كثرتهم، لأن أهل طاعة الله هم المفلحون الفائزون بثواب الله يوم القيامة وإن قلُّوا، دون أهل معصيته= وإن أهل معاصيه هم الأخسرون الخائبون وإن كثروا.

“Berkata abu ja’far: Allah SWT menerangkan ayat ini kepada Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallam, katakanlah wahai Muhammad: tidak akan pernah sama antara yang rusak dengan yang bagus, antara yang baik dan yang buruk, antara yang ta’at dan yang bermaksiat walau yang buruk sering kali membuat mu takjub…”1

Jilbab Hati

Ketika para pahlawan bertopeng menyuarakan dengan vokal, mendingan tidak berjilbab yang penting hati nya yang berjibab, dan berakhlak baik dari pada berjilbab tapi berakhlak buruk. Ini penilaian yang tidak objektif, karena diluar sana juga banyak para wanita yang tidak berjilbab dan juga berakhlak buruk.

Dengan logika sederhana pun kita katakan, seandainya ketika kita dihadapkan pada jalan yang terdapat paku, duri dan benda tajam lain nya, dan tidak ada jalan lain yang harus kita tempuh kecuali melewati jalan tersebut. Langkah apakah yang harus kita lakukan? tentunya melewati jalan tersebut dengan memakai alas kaki atau sepatu bot yang dapat menghalangi kaki kita dari paku, duri dan benda tajam tersebut dan inilah langkah yang bijak. Bukan dengan mengatakan, kita tidak butuh alas kaki atau sepatu bot, yang penting hati kita sudah di pakai kan alas dan sepatu bot.

Peperangan antara haq dan yang bathil, sudah menjadi sunnatullah, dan akan terus terjadi hingga hari kiamat. Seiring berjalan nya waktu, kita akan tahu, siapa yang akan menjadi pengikut setianya para Nabi dan Rasul, yaitu pembela yang haq dan siapa yang akan menjadi pengikut setianya iblis. Pertanyaan nya dimanakah posisi kita saat ini. Jawaban nya ada pada diri kita masing-masing.

Mudah-mudahan sedikit ini bisa memberikan manfaat kepada kita semua khususnya penulis.

—————————————————————————
1) Kitab tafsir At tahabari surat al maidah ayat 100