Pendidikan agama
adalah banteng terakhir.
Indonesia memang
bukan lah negara yg menjadikan agama sebagai instrument murni dalam mengambil
atau memutuskan kebijakan, yg dimana tidak seperti negara-negara timur tengah
yg menjadikan dasar hukum negara berasal dari hukum agama, namun bukan berarti
juga, bahwa Indonesia adalah negara yg tak beragama (baca_sekuler), yg dimana
pemimpin atau pemerintahan nya se enak perut dan tidak melibatkan agama islam
dan kaum muslimin sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan maupun
kebijkan, secara , mayoritas penduduk Indonesia jika dilihat dari besarnya pemeluk
agama tertentu, mayoritas nya merupakan pemeluk agama islam, sehingga wajar
jika seandainya pemerintah menetapkan suatu kebijakan, baik yg pro terhadap
ummat islam maupun kontra, yang akan pertama kali merasakan imbas dari
kebijakan tersebut adalah ummat islam.
Belum selesai
masalah yg menimpa negara kita dari gelomba PILPRES kemarin yg sempat menelan
korban, kini kita dikagetkan dengan isu bahwa pemerintah akan menghapus mata
pelajaran agama dari sekolah-sekolah.
Benar ataupun
tidak isu ini, seharusnya kita sebagai kaum muslimin, terus memberikan sikap penolakan
kita terhadap isu kebijakan ini, khususnya di media social secara masif,
mengingat pemerintahan kita yg selalu diam dan senyap-senyap, sengaja bola
panas itu dibiarkan bergelinding ditengah masyarakat tanpa memberikan klarifikasi
terhadap isu tsb, apakah benar atau hoax, yg tentu kemudian membuat kita
yg masih punya hati Nurani, masih perhatian terhadap masa depan negara dan anak
bangsa, harus khawatir, gelisah dan risau, jikalau isu tsb benar adanya atau
sampai kebijakan tsb diberlakukan, karena tentu yang akan merasakan kerugian
dari kebijakan tsb adalah kita kaum muslimin. berharap dengan sikap penolakan kita secara masif dapat mengurungkan niat pemerintah dalam melegalkan dan mensahkan kebijakan tsb.
Kerugian tersebut
tentu bukan materi, tetapi kerusakan, kerusakan yg akan menimpa anak cucu kita
dimasa yg akan datang, dimana ini akan menjadi awal batu loncatan mereka untuk
melepaskan agama khususnya agama islam dalam hal keterlibatan mengatur kebijakan dan sistem
negara ini, sehingga akan menjurus ke sistem sekulerisasi secara total. Dan jika
sudah seperti itu maka sia-sia lah pengorbanan ummat islam, santri dan ulama
kita dalam memerdekakan negara ini dibawah pekikan takbir. Seolah tak berharga
lagi Pancasila itu, yg dimana lahir dari nilai-nilai agama bahkan nilai Tauhid
atau ketuhanan yg maha esa.
Berdalih bahwa
jepang negara, yg dimana tak memasukan kurikulum agama dalam sekolah bisa
menjadikan penduduk nya jujur.
Apakah dalil
ini tepat?
Tentu kita
tak menutup mata dari fakta lapangan bahwa memang ada di beberapa sekolah yg
memasukan kurikulum agama islam namun ternyata belum bisa melahirkan murid yg berakhlak,
belum bisa membentuk anak didiknya tuk berkepribadian jujur, sebagaimana ada
juga di beberapa sekolah yg tidak memasukan kurikulum agama, namun anak didiknya tak berakhlak, dan tak berbudi
pekerti yg baik juga.
Namun apakah
yg disalahkan murni ajaran agama nya? Tentu ini tidak tepat dalam memberikan
penilaian, yg salah tentu bukan lah kurikulum atau agamanya tetapi pemeluknya
yg belum sungguh-sungguh mengamalkan nilai-nilai ajaran agama dalam kehidupan
sehari-hari. Atau bahkan justru pemerintah nya sendiri yg salah dalam hal
menyajikan nya (baca_metode) yg dimana pelajaran atau kurikulum agama sebatas
dijadikan sbg pelengkap kurikulum saja untuk mendapatkan nilai diatas kertas. Ingat,
agama apapun itu tentu tak ada satupun yg menghendaki pemeluknya menjadi orang
jahat.
Kurikulum agama
saja yg sampai sekarang masih diajarkan disekolah-sekolah akan tetapi masih banyak yg ternyata belum bisa
mengamalkan secara keseluruhan dari nilai tsb, apalagi jika seandainya
kurikulum agama benar-benar dihapus, dan jika itu terjadi, terus dengan apa
kita akan memperbaiki generasi kita kedepan kalau bukan dengan ajaran dan
nilai-nilai agama, karena hanya ajaran agama lah yg punya otoritas dan mampu
memperbaiki batin pemeluknya.
Zulfikar
Harun

Tidak ada komentar:
Posting Komentar